SATIR

Bagi para pecinta film fantasi, apalagi yang bersangkutan dengan para makhluk mitologi, pasti sudah tidak asing lagi dengan makhluk yang satu ini. Satir makhluk mitologi populer yang muncul di film fantasi anak, “Narnia”, sebagai teman bermain seorang anak perempuan asal Inggris yang tersesat di dunia sihir. Yup! Pastinya dia adalah Lucy Pevensie. Wah.. wah.. untuk kamu pecinta film yang satu ini, pasti hafal banget, ya, ada makhluk apa aja di dalam film karya C.S.Lewis yang terkenal ini.

source pinterest.com

Oke! Tanpa berlama-lama lagi, kita akan langsung membahas si Mr. Tumnus.

Siapa dia?

Mr. Tumnus atau yang lebih dikenal sebagai sahabat dari Lucy Pevensie adalah tokoh yang diceritakan sebagai makhluk yang baik dan pemalu. Wah… ini sih berbeda dari cerita aslinya. Untuk itu, mari kita bahas lebih dalam!

Kira-kira ada yang tau gak, ya, Mr. Tumnus itu masuk ke dalam kategori makhluk mitologi jenis apa?
source goodreads.com

Mr. Tumnus adalah golongan makhluk mitologi yang dinamakan dengan Satir. Satir masih masuk ke dalam golongan Dionisos, dewa pesta dan arak. Bentuk tubuhnya digambarkan seperti seekor kambing dan berwujud hydra (gabungan dari 2 makhluk atau lebih).

Kepalanya yang bertanduk dengan bentuk tubuh bagian atas manusia tetapi, berkaki kambing, wajahnya yang bulat, hidung pesek, ekor yang panjang dan tebal, telinga yang meruncing mirip dengan kuda, dan berambut keriting menjadi penggambaran yang menarik bagi anak-anak sehingga, Satir sering muncul dan diceritakan di dalam buku-buku dongeng. Di dalam banyak cerita dongeng, Satir jantan lebih banyak diceritakan sehingga muncul dugaan bahwa Satir hanya berjenis kelamin jantan saja.

source deviantart.com

Nama Satir diambil dari mitologi Yunani sedangkan, dalam Mitologi Romawi Satir dinamakan Faun. Meski begitu, baik Satir ataupun Faun sama-sama dipercaya sebagai makhluk penghuni hutan dan pegunungan. Satir muda diceritakan belum akan memiliki tanduk seperti halnya kambing pada umumnya dan tanduk tersebut akan terus tumbuh hingga ia dewasa. Dalam mitologi Yunani dan Romawi, pada awal kemunculannya, Satir digambarkan sebagai makhluk berwujud manusia berjenggot, telinga runcing, hidung pesek, berekor kuda, dan alat kelamin yang sedang ereksi.

source spenceralley.blogspot.com

 

source ancientexcavation.com
Duuhh… seram, ya, jika satir makhluk mitologi populer ini diceritakan dalam serial dongeng anak karena banyak yang tidak mengetahui sifat asli dari makhluk yang menunjukkan hal-hal tidak senonoh seperti itu?
source pinterest.com

 

source pinterest.com

Di samping itu, Satir juga diceritakan sangat suka berhubungan seksual dengan para nimfa (bidadari atau peri yang tinggal di alam bebas) dan juga wanita, bermabuk-mabukan dengan memainkan alat musik seperti kastanyet, seruling, bagpipe, atau simbal. Satir juga memiliki tarian khas yang disebut dengan Sikinis. Mereka dipimpin oleh Silenos yang dianggap sebagai dewa kecil yang mengatur kesuburan.

source pinterest.com

Satir yang paling terkenal hingga hari ini adalah golongan dewa Pan. Dewa Pan atau dikenal dengan Pan sering digambarkan sebagai bentuk setan di era modern seperti saat ini. Nama Pan diambil dari kata “panic“, ini merujuk kepada mitologi yang menceritakan bahwa kehadiran Pan akan membuat ketakutan yang hebat bagi mereka yang tidak ingin menyembahnya.

source ritualcircle.tumblr.com

Meskipun begitu, Satir bukanlah makhluk abadi sehingga ia akan menjadi tua, berjanggut, dan botak bagi para Satir jantan. Yang paling parah dari dampak penuaan tersebut adalah Satir tua akan berperilaku tidak senonoh pada setiap makhluk yang ditemuinya.

Jadi, bagi kalian pencinta makhluk-makhluk mitologi atau film-film fantasi, alangkah baiknya jika kita mencari tau terlebih dahulu sebelum benar-benar memutuskan untuk menyukai satu hal. Karena bisa jadi di dalamnya ada pesan atau asal usul yang jelas tidak pantas untuk dibanggakan.

Tetap menggali informasi lebih dalam, ya, teman-teman!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *