Teror di Laut (bagian 2)

2. Kharibdis
source monstersvault.com

Monster-monster peneror lautan yang satu ini adalah anak dari sang dewa laut, Posseidon, dan dewi bumi, Gaia. Dalam versi lain juga diceritakan bahwa Kharibdis adalah anak sang dewa-dewi monster lautan, Porsis dan Keto. Kharibdis memiliki bentuk yang membuat siapa saja yang bertemu dengannya akan bergidik ngeri ketakutan pasalnya Kharibdis menjelma sebagai makhluk yang seluruh wajahnya mulut dan memiliki sirip. Kesenangan dari makhluk ini adalah menelan air laut dalam jumlah besar kemudian, memuntahkannya kembali sehingga menimbulkan pusaran air yang besar di lautan. Tetapi, beberapa sumber mengatakan bahwa Kharibdis justru adalah pusaran air itu sendiri.

source fashion.pinner.hol.es

 

source ebaumsworld.com

Menurut mitologi yang beredar, asal mula dari Kharibdis adalah seorang anak perempuan cantik yang sangat setia kepada ayahnya, Posseidon. Ia akan melakukan apa saja untuk membantu sang ayah, oleh karena itu, Kharibdis sering menimbulkan badai di laut, menenggelamkan suatu daratan lalu, menjadikannya menjadi bagian dari lautan. Hal ini membuat Zeus, pemimpin para dewa, marah karena ulahnya sehingga Kharibdis diubah bentuknya menjadi salah satu bagian dari monster-monster peneror lautan yang diceritakan dalam legenda.

source 01greekmythology.blogspot.com

Dalam legenda, Kharibdis mendiami satu tempat di dekat Skilla. Nama tempat tinggal kedua monster mengerikan ini adalah selat Messina. Selat ini cukup terkenal sebagai tempat yang sangat berbahaya, siapa pun yang berani berlayar melewati celah sempit diantara kedua entitas mengerikan tersebut, harus siap kehilangan setidaknya nyawa atau hartanya atau malah keduanya. Legenda ini terkenal lewat cerita “perjalanan pulang Odisseus” yang termahsyur. Kharibdis juga pernah muncul dalam film Percy Jackson dan Pirates of The Carribean.

3. Skilla
Makluk mitologi ini masih bersambung dengan cerita dari Kharibdis. Bagi teman-teman yang telah membaca legenda dari Kharibdis, pastinya sudah sedikit familiar tentang Skilla. Untuk itu, kali ini kita kan membahasnya lagi lebih dalam!
source 01greekmythology.blogspot.com

Skilla masih masuk ke dalam makhluk mitologi Yunani dan sangat terkenal lewat cerita “Perjalanan Pulang Odisseus” yang termahsyur. Diceritakan saat Odiseus hendak melewati selat Messina, tempat Skilla dan Kharibdis bernaung, Odisseus disarankan oleh istri penyihirnya, Kirke, untuk lebih memilih berlayar ke dekat Skilla daripada Kharibdis. Ini disebabkan karena Kharibdis pasti akan langsung menghancurkan kapal siapa pun yang berani berlayar ke dekatnya sedangkan, jika Odisseus berlayar ke dekat Skilla, ia hanya akan kehilangan 6 kru awak kapalnya asalkan Odisseus tidak mencoba untuk melawannya karena hanya akan membuatnya kehilangan lebih banyak awal kapal lagi.

Diceritakan dalam versi legenda Skilla lainnya bahwa Skilla merupakan anak dari Porsis dan Keto, sama seperti Kharibdis. Lalu, di versi lainnya juga menceritkan bahwa Skilla anak dari titan Triton dan Lamiaan dan dalam versi lainnya juga diceritakan Skilla awal mulanya hanyalah peri laut cantik yang dicintai oleh seorang dewa laut bernama Galukos tetapi, Skilla menolak cinta sang dewa oleh Karena itu, Galukos meminta pertolongan kepada seorang penyihir abadi bernama Kirke untuk memantrai Skilla agar jatuh cinta kepadanya. Nasib buruk pun jatuh pada Skilla karena Kirke ternyata diam-diam jatuh cinta pada Galukos dan merasa cemburu.

source artstation.com

 

source s-media-cache-ak0.pinnimg.com

 

source google.com

Tanpa sepengetahuan Galukos, Kirke menuangkan ramuan ke air mandi Skilla dan akibatnya muncullah 6 kepala anjing buas dari tubuhnya (dalam versi lain tumbuh ular dari kepala atau tubuh Skilla). Tidak tanggung-tanggung, kaki Skilla pun berubah menjadi ekor ikan. Karena ketakutan, Skilla mencoba lari untuk menjauh dari anjing-anjing tersebut sampai akhirnya Skilla pun menyadari itu adalah bagian dari tubuhnya sendiri. Lama kelamaan, Skilla pun berubah menjadi monster seutuhnya dan menjadi salah satu monster-monster peneror lautan sama seperti Kharibdis.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *