Teror di Laut (bagian 3)

4. Siren

Makhluk mitologi Siren sering dikaitkan dengan putri duyung, para pelaut dan teror di laut. Mengingat keberadaan makluk ini memang dekat dengan laut yaitu di suatu pulau bernama Sirenum Scopuli atau berdasarkan versi legenda lainnya pulau para Siren berada di tanjung Pelorum, pulau Anthemusa, pulau Sirenusian di dekat Paistum atau terletak di Capreaea. Pulau-pulau tersebut merupakan pulau yang jenisnya sama yaitu pulau-pulau yang dikelilingi oleh tebing dan juga karang.

Siren adalah makhluk mitologi yang termasuk ke dalam kaum Naiad (Nimfa yang hidup di air). Dipercaya bahwa mereka adalah anak dari Akheolus (dengan Terpsikhore, Sterope, atau Melkomene) atau Porsis. Cerita tentang teror di laut dari para Siren menggambarkan makhluk ini berwujud setengah wanita dengan bagian tubuh bawahnya adalah burung yang menyanyikan lagu-lagu yang bisa membuat siapa saja yang mendengarnya akan kehilangan kesadaran sehingga menabrakkan kapalnya ke karang di dekat pulau para Siren atau malah menceburkan dirinya sendiri ke laut. Kehebatan nyanyian ini tidak bisa dipungkiri karena para makhluk mitologi Siren sejatinya adalah keturunan salah satu Musai, kelompok dewi yang melambangkan seni.

makhluk mitologi siren
source pinterest.com

Dalam bahasa Spanyol, Prancis, Italia, Polandia dan Portugis, kata Siren berarti putri duyung jahat dengan teror di laut yang mengerikan padahal tidak selamanya arti Siren dalam bahasa terjemahan Inggris adalah putri duyung. Ini yang menyebabkan banyaknya kesalah pahaman antara Siren dan Putri duyung. Bentuk Siren yang setengahnya adalah burung merujuk pada suaranya yang merdu. Dan menurut beberapa sumber, terkumpul 9 nama Siren yang dipercaya bahwa makhluk mitologi Siren juga memiliki nama-nama individual, diantaranya :

  • Aglaofonos atau Aglaope
  • Leukosia
  • Ligeia
  • Molpe
  • Parthenope
  • Pisinoe atau Peisinoë
  • Raidne
  • Teles
  • Thelksiepiea atau Thelksiope atau Thelksinoe

Awal mula para Siren adalah seorang nimfa, peri air, yang merupakan sahabat semasa kecil juga sekaligus pelayan dari Persefone. Dimulai dari kisah penculikan Persefone oleh dewa dunia bawah, Hades, lalu, Demeter sang ibu Persefone memberikan mereka sepasang sayap untuk pergi mencarinya. Tetapi, mereka kurang beruntung Karen atidak juga menemukan Persefone dimana pun,karena kelelahan akhirnya para Siren menyerah dan tinggal di pulau Anthemoissa/Anthemusa yang pada cerita selanjutnya, para Siren sering mengganggu para pelaut dengan lagu-lagunya hingga terbuai dan menemui ajalnya begitu saja.

teror di laut makhluk mitologi siren
source google.com

Dalam kisah “perjalanan pulang Odisseus” juga diceritakan kisah pertemuannya dengan para makhluk mitologi Siren, saat itu Odisseus disarankan oleh Kirke untuk menyumbat telinga kru awak kapalnya dengan lilin agar tidak mendengar nyanyian merdu para makhluk mitologi Siren. Namun, Odisseus berencana untuk tidak melakukannya dan memilih diikat di tiang kapalnya kencang agar Odisseus dapat mendengar langsung lagu dari makhluk mitologi Siren. Saat kapal Odisseus melewati tempat para Siren, terdengarlah nyanyian merdu tersebut  hingga Odisseus terbuai dan memberontak minta dilepaskan tetapi, awak kapalnya menolak karena menyadari saat itu Odisseus sedang dalam pengaruh hipnotis nyanyian para Siren. Ketika kapal telah menjauh dan Odisseus lebih tenang baru Odisseus dilepaskan dari ikatannya.

Di lain cerita, para Argonaut juga pernah berjumpa pulau para makhluk mitologi Siren dan mereka mulai bernyanyi untuk membunuh para Argonaut tetapi dapat digagalkan oleh salah satu Argonaut yang merupakan musisi hebat, Orfeus. Orfeus memainkan musik yang jauh lebih merdu daripada nyanyian para makhluk mitologi Siren, kesal karena kalah akhirnya Siren-Siren tersebut pun berhenti bernyanyi dan menyeburkan diri ke laut.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *