Teror di Laut (bagian 4)

5. Kraken
teror di laut kraken gurita raksasa
Kraken source www.larsgrantwest.com

Makhluk legendaris yang satu ini bukan hanya masuk ke dalam daftar makhluk mitologi saja tetapi juga masuk dalam daftar makhluk yang dipercaya ada seperti halnya Loch Ness berdasarkan banyaknya bukti yang ditemukan. Monster ini bernama Kraken yang menempati lautan di wilayah Norwegia dan Islandia sampai ke Greenland. Banyak diceritakan sebagai makhluk dengan teror di laut.

Nama Kraken diambil dari kata “Krake” dari bahasa Skandinavia yang berarti hewan yang tidak sehat atau sesuatu yang aneh mengingat banyaknya teror di laut yang disebabkan makhluk tersebut. Kraken dipercaya sebagai makhluk penguasa lautan karena keganasannya dan juga berbentuk gurita yang menyerupai cumi-cumi dengan tentakel yang sangat berbahaya serta ukurannya yang luar biasa besar dan menakutkan.

Legenda menyebutkan bahwa Kraken sering mengganggu para pelaut yang sedang melewati wilayahnya dengan menggulungnya lalu menghancurkan kapal para pelaut menggunakan tentakel raksasanya. Tidak menutup kemungkinan jika Kraken pasti akan menarik kapal tersebut ke dalam laut dan menghabisi seluruh isi kapalnya. Menurut legenda, Kraken adalah makhluk buas yang sangat suka daging sebagai makanan utamanya.

gurita raksasa/cumi-cumi raksasa
Kraken sang gurita raksasa yang meneror lautan source instagram.com

 

gurita raksasa
Teror di Laut source kcildis.wordpress.com

Monster yang satu ini sangat populer di dunia dengan teror di laut sebagai predikat yang melekat sehingga keberadaannya beberapa kali dimunculkan dalam film seperti Pirates of The Carribean dan juga Clash of Titan. Kepopulerannya juga didukung oleh banyaknya laporan ilmiah kelautan (pseudoscientific) dan buku-buku atas kesaksian serta kajian ilmiah yang tentunya hanya tentang makhluk yang satu ini.

Keberadaannya diyakini bukan hanya sekedar makhluk mitologi saja, dibuktikan lewat buku Systema Naturae karya Carolus Linnaeus tahun 1735. Buku ini adalah buku pertama yang ditulis tentang pengklasifikasian makhluk hidup. Dalam buku tersebut Kraken diklasifikasikan ke dalam golongan Cepalopoda yang otomatis membawa nama Kraken ke dalam klasifikasi sains modern abad ini.

Bukti lain dari keberadaan makhluk buas ini adalah arsip resmi beberapa angkatan laut yang menyebutkan pertemuannya dengan Kraken di laut lepas. Lagi-lagi teror di laut ini jelas menceritakan Kraken akan langsung menyerang apa saja yang ada di depan matanya dengan kuat dan brutal. Apabila penangkapannya yang pertama gagal, Kraken akan berenang berputar-putar sehingga membuat pusaran air yang besar agar mangsanya bisa tenggelam ke dalamnya dan dengan mudah si monster gurita raksasa ini akan memangsanya.

Kraken dan teror di laut
Kraken dan teror di laut source artstation.com

Selain itu, menurut seorang uskup Bergen yang juga seorang naturalis menyebutkan dalam bukunya Natural History of Norway bahwa Kraken adalah makhluk laut paling besar yang pernah diketahui. Bukan hanya itu, menurut Pontopiddan, seorang penulis yang sangat tertarik dengan Kraken sang monster gurita raksasa menulis di dalam bukunya bahwa ukuran dari moster mengerikan ini sebesar pulau.

Ia sering digambarkan seperti pulau yang terapung-apung dengan tentakel seperti bintang laut. Selain keganasannya, menurut Pontopiddan bahaya lain yang ditimbulkan makhluk ini adalah riak air akibat dari menyelamnya makhluk ini ke dasar laut sehingga bisa menyebabkan kapal-kapal terseret arus masuk ke dalamnya lalu tenggelam.

Fakta menarik tentang moster yang satu ini berdasarkan pernyataan buku Potopiddan adalah meskipun Kraken terkenal ganas dan mengerikan, tetapi justru ikan-ikan senang berada dekat dengannya. Karena itu, para nelayan di Norwegia suka mengambil resiko mencari ikan hingga ke dekat tempat Kraken berada. Ini menjadi kepercayaan warga setempat jika ada nelayan yang membawa pulang hasil tangkapan melimpah, dapat dipastikan nelayan tersebut membawa perahunya sampai tepat di atas Kraken.

Teror di laut gurita raksasa
Teror di laut gurita raksasa source pinterest.com

Bukti lainnya adalah penemuan sisa bangkai dari monster gurita raksasa ini di tahun 1853 terdampar di pantai Albaek, Denmark. Sejak saat itu mulai bermunculan jejak rekam bangkai dari gurita raksasa ini. baik yang ditemukan tanpa sengaja di pantai atau terjerat jaring saat memancing atau bahkan hasil buruan yang tidak disengaja bertemu dengan monster gurita raksasa yang satu ini di laut lepas.

Para ilmuwan pun mulai yakin dnegan keberadaannya. Bukti ilmiah yang juga mendukung teori ini adalah fakta cumi-cumi raksasa (giant squid), cumi-cumi kolosal (colossal squid), dan gurita raksasa (giant otopus) yang memang benar adanya. Keberadaan ketiga makhluk tersebut menjadi bukti paling kuat tentang keberadaan Kraken yang apabila ditelusuri lebih dalam nenek moyang antara cumi-cumi raksasa/gurita raksasa dan paus sperma adalah musuh bebuyutan yang fakta tersebut masih bisa ditemukan hingga hari ini.

Itu dia makhluk-makhluk yang meneror lautan sehingga bagi para navigator kuno, laut dinilai sebagai tempat yang sangat berbahaya, menyimpan sejumlah makhluk mengerikan di kedalamannya yang tidak bisa dibayangkan. Apalagi ditambah ketidakberdayaan manusia saat berada di air tentu menjadi titik kelemahan yang siap jadi sasaran empuk bagi monster-monster tersebut.

Legenda maupun cerita pertemuan para pelaut dengan makhluk-makhluk yang sudah kita bahas tentu akan terus jadi cerita yang berkembang dari mulut ke mulut dari zaman pertama itu ditemukan hingga masa modern seperti ini, semuanya tetap akan kembali ke pribadi masing-masing yang ingin memercayainya atau tidak. Semoga artikel kali ini bisa menjadi rujukan teman-teman untuk memercayai hal-hal tersebut atau tidak 🙂

teror di laut
Teror monster di laut source pinterest.com

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *